DOKUMENTASI PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SMP NEGERI 02 HULU SUNGAI , DESA SEKUKUN KECAMATAN HULU SUNGAI KABUPATEN KETAPANG
SELAMAT DATANG DI BASTIAN BLOG'S. TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA.
Nama
|
:
|
Bastian Arisandi, S.Pd
|
Pangkat/ Gol. Ruang
|
:
|
III/a
|
NIP.
|
:
|
198910162019021004
|
Jabatan
|
:
|
Guru Bahasa
Indonesia Ahli Pertama
|
Unit Kerja
|
:
|
SMP Negeri 02
Hulu Sungai
|
Mentor
|
:
|
Geradus Beno, S.Pd
|
Coach
|
:
|
Hot
JungjunganSimamora, SH. MH.
|
Penguji
|
:
|
Rahmat Priharto, ST.,M.T.
|
Judul
|
:
|
Upaya
Meningkatkan
Kemampuan Siswa dalam Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar
Melalui Media Cerita Bergambar pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 02 Hulu
Sungai
|
Mentor
Geradus Beno, S.Pd
NIP. 197309122006041006
|
Penyaji
Bastian Arisandi, S.Pd
NIP.198910162019021004
|
|
Coach
Hot Jungjungan Simamora,
SH. MH.
NIP. 196206151986031019
|
Penguji
Rahmat Priharto, ST.,M.T.
NIP.197404282000031003
|
![]() |
| Ray |
![]() |
| Bas |
![]() |
| Jum |
Pendidikan behaviorisme merupakan kunci dalam
mengembangkan keterampilan dasar dan dasar-dasar pemahaman dalam semua bidang
subjek dan manajemen kelas. Ada ahli
yang menyebutkan bahwa teori belajar behavioristik adalah perubahan perilaku
yang dapat diamati, diukur dan dinilai secara konkret.
Metode behaviorisme ini sangat cocok untuk
perolehan kemampaun yang membuthkan praktek dan pembiasaan yang mengandung
unsur-unsur seperti : Kecepatan, spontanitas, kelenturan, reflek, daya tahan
dan sebagainya, contohnya: percakapan bahasa asing, mengetik, menari,
menggunakan komputer, berenang, olahraga dan sebagainya. Teori ini juga cocok
diterapkan untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan dominansi peran orang
dewasa, suka mengulangi dan harus dibiasakan, suka meniru dan senang dengan
bentuk-bentuk penghargaan langsung seperti diberi permen atau pujian.
Pengelolaan kelas adalah salah satu tugas guru yang tidak pernah ditinggalkan. Guru selalu mengelola ketika dia melaksanakan tugasnya. Pengelolaan kelas maksudnya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondosif bagi anak didik sehingga tercapai tujuan pengajaran yang efektif dan efisien.
Pengelolaan kelas penting untuk diketahui oleh siapapun juga yang menunjukkan dirinya ke dalam dunia pendidikan, maka penting untuk mengetahui pengertian pengelolaan kelas. Pengelolaan kelas terbagi dua kata yaitu: pengelolaan dan kelas, pengelolaan itu sendiri akar katanya adalah “kelola” ditambah awalan pe- dan akhiran an-. Istilah lain pengelolaan adalah “menejemen” yang berarti ketatalaksanaan, tata pimpinan, pengelolaan.
Sedangkan “kelas” menurut Oemar Namanik (1987:311) adalah : suatu kelompok orang melakukan kegiatan belajar bersama yang mendapat pengajaran dari guru, menurut Suharsimi Arikunto (1988:17) pengertian umum “kelas” adalah sekelompok siswa yang pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama.
Teknik-teknik pengelolaan kelas dapat digolongkan ke dalam teknik preventif dan teknik kuratif. Teknik preventif adalah teknik untuk mencegah timbulnya tingkah laku siswa yang mengganggu kegiatan belajar-mengajar. Sedangkan teknik kuratif adalah teknik untuk mengurangi tingkah laku siswa yang mengganggu kegiatan kegiatan belajar mengajar.
Teknik-teknik tersebut sekaligus merupakan komponen-komponen keterampilan mengelola kelas sebagai berikut.
Pengelolaan kelas yang dilakukan guru bukan tanpa tujuan, karena ada tujuan itulah guru selalu berusaha mengelola kelas walaupun terkadang kelelahan fisik maupun fikiran dirasakan. Guru sadar tanpa mengelola kelas yang baik maka akan menghambat kegiatan belajar mengajarnya, itu sama saja membiarkan jalannya pengajaran tanpa memmembuka hasil yaitu mengantarkan anak didik dari tidak berilmu menjadi berilmu.
Tujuan pengelolaan kelas pada hakikatnya telah terkandung dalam tujuan pendidikan, secara umum tujuan pengelolaan kelas adalah :
“Penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas, fasilitas yang ddisediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap serta apresiasi pada siswa.”
Menurut Suharsimi Arikunto (1988:68) berpendapat bahwa tujuan pengelolaan kelas adalah agar setiap anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.
![]() |
| Terlihat replika (miniatur) tugu khatulistiwa |
![]() |
| Pemandangan korem di malam hari |