Sabtu, 28 Desember 2019

SMP NEGERI 02 HULU SUNGAI

DOKUMENTASI PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SMP NEGERI 02 HULU SUNGAI , DESA SEKUKUN KECAMATAN HULU SUNGAI KABUPATEN KETAPANG 






KEGIATAN LATSAR KETAPANG 2019

DOKUMENTASI BEBERAPA KEGIATAN BERSAMA WIDYAISWARA BAPAK HOT JUNJUNGAN SIMAMORA SH, M.H.




LATSAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN LII GELOMBANG II KABUPATEN KETAPANG

FOTO KEGIATAN BERSAMA BUPATI KETAPANG BAPAK MARTIN RANTAN






Kamis, 26 Desember 2019

Rancangan Aktualisasi Guru Bahasa Indonesia



PEMERINTAH KABUPATEN KETAPANG
BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN
SUMBER DAYA MANUSIA
Alamat: Jalan Jendral Sudirman Nomor 37 Ketapang Kode Pos 78813
 

BERITA ACARA
EVALUASI (SEMINAR) LAPORAN AKTUALISASI
Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III Angkatan LII
Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang Tahun 2019

Pada hari ini, Sabtu tanggal tiga puluh satu bulan Agustus tahun Dua Ribu Sembilan Belas, bertempat di Gedung Diklat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten  Ketapang Kalimantan Barat. Telah melaksanakan Seminar Laporan Aktualisasi bagi peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III Angkatan LII di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2019, sebagai berikut.
Nama
:
Bastian Arisandi, S.Pd
Pangkat/ Gol. Ruang
:
III/a
NIP.
:
198910162019021004
Jabatan
:
Guru Bahasa Indonesia Ahli Pertama
Unit Kerja
:
SMP Negeri 02 Hulu Sungai
Mentor
:
Geradus Beno, S.Pd
Coach
:
Hot JungjunganSimamora, SH. MH.
Penguji
:
Rahmat Priharto, ST.,M.T.
Judul
:
Upaya Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Melalui Media Cerita Bergambar pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 02 Hulu Sungai
Demikian Berita Acara ini dibuat dengan sebenarnya dan ditandatangani oleh :
Mentor


Geradus Beno, S.Pd
NIP. 197309122006041006
Penyaji


Bastian Arisandi, S.Pd
NIP.198910162019021004




Coach


Hot Jungjungan Simamora, SH. MH.
NIP. 196206151986031019
Penguji


Rahmat Priharto, ST.,M.T.
NIP.197404282000031003


Mengetahui
KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN DAN
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA


Repalianto, S.Sos, M.Si.
Pembina Utama Muda
NIP.196904091990031005

Bahasa Adat Dayak Simpakng

Adil Ka Talino , Bacuramin Ka Saruga, Ba sengat Ka Jubata.
Berikut ini penulis informasikan beberapa contoh bahasa adat Dayak Simpakng Kabupaten Ketapang :
1. Beasoh ka tuan ,babi bakaban.
2. Ka rumah nyapa inok ka luar nyapa opak.
3. Ocak balah pake siruh aih balah pake kapak.
4. Di terima jari yang lemah tangan yang dua belah.
5. Mem sampe bediri di kayu mati , besanar di botang tingkar , dudok di kayu burok.

Sekian dulu terima kasih .



Senin, 09 Desember 2013

Asaku dukamu




Pagi indah datang dan pergi
Hilang diri harga mati
Engkau raksasa tak mau berjudi
Aku tersenyum namun sakit dalam hati

Senyummu duka bagiku
Mulutmu harimau yang terus berlalu
Lidah tak suka namun mulut  terkunci pilu
Biar duka beradu penuh syahdu

Arogan dan tindakan tak mau padu
Hidupmu bagai jeruji besi tak bertalu

Kau lesu
Kau pasti tahu


Ekspedisi Lintas Batas #1




Ray
Hari gelap gulita, rintik-rintik mengguyur sepanjang jalan yang kadang aspal kadang berlumpur itu. Dua buah sepeda motor nampak melaju dengan kecepatan sedang-sedang saja. Tidak ada yang istimewa sebenarnya. Justru yang istimewa karena kedua motor tersebut melaju saja menerobos hujan, padahal di dalam jok motor masing-masing ada mantel.
Ya itu sekelumit kisah tiga orang pemuda yang gagah dan berani. Mereka bertiga Jum, Ray dan Bas. Mereka berencana mencari kesenangan berupa jalan-jalan menuju tempat tempat yang tak bertepi. Sebenarnya sih tanpa tujuan. Namanya juga pemuda ya wajar saja menghabiskan waktu dengan hal yang tak menentu. Mereka menamakan perjalanan tersebut dengan nama ekspedisi lintas batas. Kerenkan. Banyak kegilaan. Ya mungkin karena mereka benar-benar gila.
“Woii beteduh di warung tepi jalan!” teriak Ray memecah kesunyian hujan.
“Baiklah” ujar Jum dan Bas.
Mereka pun berteduh sejenak.
Sementara masih senyap karena kedinginan.
“Kita kehujanan di tengah jalan” gumam Ray.
“Kalo begitu kita lewat tepi jalan saja” seloroh Jum.
Hahahaa
Kembali senyap.
Beberapa menit kemudian hujan masih melanda. Bahkan semakin deras. Tidak menunjukan akan reda.
Capek deh.
“Pakai mantel jak yok, ndak bakalan berenti hujan nih!”, sahut Jum dengan gagah berani.
“Ayoklah”, Ray dengan tak kalah gagahnya.
Dan mereka melanjutkan perjalanan dengan mantel.
Baru menempuh perjalanan sekitar satu kilometer hujanpun reda.
Yah.
Mereka berhenti, melipat kembali mantel dan melanjutkan perjalanan.
Tidak kurang satu kilometer kemudian hujan datang lagi.
Aah kampret!
“Hai hujan kita putus!”, teriak Bas dengan gayanya yang cool.
Hujan terdiam. Ray dan Jum terdiam.
Hujan menangis. Ray dan Jum menangis.
Hujan teberak. Ray dan Jum juga teberak.
Aneh.
Bas
Ya itulah Bas. Orangnya pendiam namun selalu saja ada lelucon yang dibuatnya. Lain lagi Ray. Si Ray ini sebenarnya adalah seorang mahasiswa tingkat akhir yang sedang skripsian. Satu di antara sifat Ray yaitu mudah mengiya-iyakan ajakan teman-temannya. Misalkan lagi antri bimbingan dengan dosen, kemudian tiba-tiba ada teman yang mengajak ke kantin. Ya dia iyakan dan kemudian ke kantin padahal antri bimbingannya sudah hampir satu jam. Atau lagi serius garap skripsian, tiba-tiba ada teman yang mengajak main game (baca PES) dia iyakan juga padahal deadlinenya besok hari. Sungguh manusia aneh tapi tetap mengasyikan. Dan sekarang pun sebenarnya lagi bimbingan di kampusnya, namun tetap ikut pergi entah kemana dan tanpa tujuan yang jelas.
Jum
Lain lagi Jum. Seorang virgo kolosal. Apaan? Ya intinya virgo. Orangnya terlihat dewasa. Penuh kewibawaan. Dalam hal bercinta tidak ada duanya. Dua kali diputuskan pacarnya. Tipe setia dan pejuang cinta. Ada kisah Si Jum sampai menabrak bak mobil saking semangat dalam mengejar kekasihnya. Mengidap penyakit tiphues akut level 4. Kemana-mana harus membawa pil anti tiphues. Kasian kamu nak nak. Dan ada kecurigaan dalam benak Bas kenapa sampai Jum mengajak melakukan perjalanan yang panjang dan melelahkan ini. Jum sedang putus cinta. Oh jadi itu awal dari ekspedisi lintas batas ini.
Maybe yes, maybe no.


Bersambung ...

Jumat, 06 Desember 2013

TEORI BELAJAR BEHAVIORISME


Behaviorisme adalah teori perkembangan perilaku, yang dapat diukur, diamati dan dihasilkan oleh respons pelajar terhadap rangsangan. Tanggapan terhadap rangsangan dapat diperkuat dengan umpan balik positif atau negatif terhadap perilaku kondisi yang diinginkan. Hukuman kadang-kadang digunakan dalam menghilangkan atau mengurangi tindakan tidak benar, diikuti dengan menjelaskan tindakan yang diinginkan.
Pendidikan behaviorisme merupakan kunci dalam mengembangkan keterampilan dasar dan dasar-dasar pemahaman dalam semua bidang subjek dan manajemen kelas. Ada ahli yang menyebutkan bahwa teori belajar behavioristik adalah perubahan perilaku yang dapat diamati, diukur dan dinilai secara konkret.
Ciri dari teori belajar behaviorisme adalah mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil, bersifat mekanistis, menekankan peranan lingkungan, mementingkan pembentukan reaksi atau respon, menekankan pentingnya latihan, mementingkan mekanisme hasil belajar,mementingkan peranan kemampuan dan hasil belajar yang diperoleh adalah munculnya perilaku yang diinginkan. Guru yang menganut pandangan ini berpandapat bahwa tingkahlaku siswa merupakan reaksi terhadap lingkungan dan tingkahl laku adalah hasil belajar.
Dalam hal konsep pembelajaran, proses cenderung pasif berkenaan dengan teori behavioris. Pelajar menggunakan tingkat keterampilan pengolahan rendah untuk memahami materi dan material sering terisolasi dari konteks dunia nyata atau situasi. Little tanggung jawab ditempatkan pada pembelajar mengenai pendidikannya sendiri.
Ada beberapa tokoh teori belajar behaviorisme. Tokoh-tokoh aliran behavioristik tersebut antaranya adalah Thorndike, Watson, Clark Hull, Edwin Guthrie, dan Skinner. Berikut akan dibahas karya-karya para tokoh aliran behavioristik dan analisis serta peranannya dalam pembelajaran.elajar Behaviorisme
1. Teori Belajar Menurut Thorndike
Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, yang dapat pula berupa pikiran, perasaan, atau gerakan/tindakan. Jadi perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar dapat berwujud konkrit, yaitu yang dapat diamati, atau tidak konkrit yaitu yang tidak dapat diamati. Meskipun aliran behaviorisme sangat mengutamakan pengukuran, tetapi tidak dapat menjelaskan bagaimana cara mengukur tingkah laku yang tidak dapat diamati. Teori Thorndike ini disebut pula dengan teori koneksionisme (Slavin, 2000).
Ada tiga hukum belajar yang utama, menurut Thorndike yakni (1) hukum efek; (2) hukum latihan dan (3) hukum kesiapan (Bell, Gredler, 1991). Ketiga hukum ini menjelaskan bagaimana hal-hal tertentu dapat memperkuat respon.
2. Teori Belajar Menurut Watson
Watson mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara stimulus dan respon, namun stimulus dan respon yang dimaksud harus dapat diamati (observable) dan dapat diukur. Jadi walaupun dia mengakui adanya perubahan-perubahan mental dalam diri seseorang selama proses belajar, namun dia menganggap faktor tersebut sebagai hal yang tidak perlu diperhitungkan karena tidak dapat diamati. Watson adalah seorang behavioris murni, karena kajiannya tentang belajar disejajarkan dengan ilmu-ilmu lain seperi Fisika atau Biologi yang sangat berorientasi pada pengalaman empirik semata, yaitu sejauh mana dapat diamati dan diukur.
3. Teori Belajar Menurut Clark Hull
Clark Hull juga menggunakan variabel hubungan antara stimulus dan respon untuk menjelaskan pengertian belajar. Namun dia sangat terpengaruh oleh teori evolusi Charles Darwin. Bagi Hull, seperti halnya teori evolusi, semua fungsi tingkah laku bermanfaat terutama untuk menjaga agar organisme tetap bertahan hidup. Oleh sebab itu Hull mengatakan kebutuhan biologis (drive) dan pemuasan kebutuhan biologis (drive reduction) adalah penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia, sehingga stimulus (stimulus dorongan) dalam belajarpun hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis, walaupun respon yang akan muncul mungkin dapat berwujud macam-macam. Penguatan tingkah laku juga masuk dalam teori ini, tetapi juga dikaitkan dengan kondisi biologis (Bell, Gredler, 1991).
4.  Teori Belajar Menurut Edwin Guthrie
Azas belajar Guthrie yang utama adalah hukum kontiguiti. Yaitu gabungan stimulus-stimulus yang disertai suatu gerakan, pada waktu timbul kembali cenderung akan diikuti oleh gerakan yang sama (Bell, Gredler, 1991). Guthrie juga menggunakan variabel hubungan stimulus dan respon untuk menjelaskan terjadinya proses belajar. Belajar terjadi karena gerakan terakhir yang dilakukan mengubah situasi stimulus sedangkan tidak ada respon lain yang dapat terjadi. Penguatan sekedar hanya melindungi hasil belajar yang baru agar tidak hilang dengan jalan mencegah perolehan respon yang baru. Hubungan antara stimulus dan respon bersifat sementara, oleh karena dalam kegiatan belajar peserta didik perlu sesering mungkin diberi stimulus agar hubungan stimulus dan respon bersifat lebih kuat dan menetap. Guthrie juga percaya bahwa hukuman (punishment) memegang peranan penting dalam proses belajar. Hukuman yang diberikan pada saat yang tepat akan mampu mengubah tingkah laku seseorang.
Saran utama dari teori ini adalah guru harus dapat mengasosiasi stimulus respon secara tepat. Pebelajar harus dibimbing melakukan apa yang harus dipelajari. Dalam mengelola kelas guru tidak boleh memberikan tugas yang mungkin diabaikan oleh anak (Bell, Gredler, 1991).
5. Teori Belajar Menurut Skinner
Konsep-konsep yang dikemukanan Skinner tentang belajar lebih mengungguli konsep para tokoh sebelumnya. Ia mampu menjelaskan konsep belajar secara sederhana, namun lebihkomprehensif. Menurut Skinner hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dengan lingkungannya, yang kemudian menimbulkan perubahan tingkah laku, tidaklah sesederhana yang dikemukakan oleh tokoh tokoh sebelumnya. Menurutnya respon yang diterima seseorang tidak sesederhana itu, karena stimulus-stimulus yang diberikan akan saling berinteraksi dan interaksi antar stimulus itu akan mempengaruhi respon yang dihasilkan. Respon yang diberikan ini memiliki konsekuensi-konsekuensi. Konsekuensi-konsekuensi inilah yang nantinya mempengaruhi munculnya perilaku (Slavin, 2000). Oleh karena itu dalam memahami tingkah laku seseorang secara benar harus memahami hubungan antara stimulus yang satu dengan lainnya, serta memahami konsep yang mungkin dimunculkan dan berbagai konsekuensi yang mungkin timbul akibat respon tersebut. Skinner juga mengemukakan bahwa dengan menggunakan perubahan-perubahan mental sebagai alat untuk menjelaskan tingkah laku hanya akan menambah rumitnya masalah. Sebab setiap alat yang digunakan perlu penjelasan lagi, demikian seterusnya.
Aliran psikologi belajar yang sangat besar pengaruhnya terhadap arah pengembangan teori dan praktek pendidikan dan pembelajaran hingga kini adalah aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode drill atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan reinforcement dan akan menghilang bila dikenai hukuman.
Aplikasi teori belajar behaviorisme dalam kegiatan pembelajaran tergantung dari beberapa hal seperti: tujuan pembelajaran, sifat materi pelajaran, karakteristik pebelajar, media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. Pembelajaran yang dirancang dan berpijak pada teori behaviorisme memandang bahwa pengetahuan adalah obyektif, pasti, tetap, tidak berubah. Pengetahuan telah terstruktur dengan rapi, sehingga belajar adalah perolehan pengetahuan, sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan (transfer of knowledge) ke orang yang belajar atau pebelajar. Fungsi mind atau pikiran adalah untuk menjiplak struktur pengetahuan yag sudah ada melalui proses berpikir yang dapat dianalisis dan dipilah, sehingga makna yang dihasilkan dari proses berpikir seperti ini ditentukan oleh karakteristik struktur pengetahuan tersebut. Pebelajar diharapkan akan memiliki pemahaman yang sama terhadap pengetahuan yang diajarkan. Artinya, apa yang dipahami oleh pengajar atau guru itulah yang harus dipahami oleh murid.
Metode behaviorisme ini sangat cocok untuk perolehan kemampaun yang membuthkan praktek dan pembiasaan yang mengandung unsur-unsur seperti : Kecepatan, spontanitas, kelenturan, reflek, daya tahan dan sebagainya, contohnya: percakapan bahasa asing, mengetik, menari, menggunakan komputer, berenang, olahraga dan sebagainya. Teori ini juga cocok diterapkan untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan dominansi peran orang dewasa, suka mengulangi dan harus dibiasakan, suka meniru dan senang dengan bentuk-bentuk penghargaan langsung seperti diberi permen atau pujian.



Senin, 11 November 2013

TEKNIK PENGELOLAAN KELAS


TEKNIK PENGELOLAAN KELAS 


A. Pengertian Pengelolaan Kelas 
Pengelolaan kelas adalah salah satu tugas guru yang tidak pernah ditinggalkan. Guru selalu mengelola ketika dia melaksanakan tugasnya. Pengelolaan kelas maksudnya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondosif bagi anak didik sehingga tercapai tujuan pengajaran yang efektif dan efisien. Pengelolaan kelas penting untuk diketahui oleh siapapun juga yang menunjukkan dirinya ke dalam dunia pendidikan, maka penting untuk mengetahui pengertian pengelolaan kelas. Pengelolaan kelas terbagi dua kata yaitu: pengelolaan dan kelas, pengelolaan itu sendiri akar katanya adalah “kelola” ditambah awalan pe- dan akhiran an-. Istilah lain pengelolaan adalah “menejemen” yang berarti ketatalaksanaan, tata pimpinan, pengelolaan. Sedangkan “kelas” menurut Oemar Namanik (1987:311) adalah : suatu kelompok orang melakukan kegiatan belajar bersama yang mendapat pengajaran dari guru, menurut Suharsimi Arikunto (1988:17) pengertian umum “kelas” adalah sekelompok siswa yang pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama.
B. Pengertian Teknik Pengelolaan Kelas 
Teknik-teknik pengelolaan kelas dapat digolongkan ke dalam teknik preventif dan teknik kuratif. Teknik preventif adalah teknik untuk mencegah timbulnya tingkah laku siswa yang mengganggu kegiatan belajar-mengajar. Sedangkan teknik kuratif adalah teknik untuk mengurangi tingkah laku siswa yang mengganggu kegiatan kegiatan belajar mengajar. Teknik-teknik tersebut sekaligus merupakan komponen-komponen keterampilan mengelola kelas sebagai berikut.
1. Teknik Preventif
Yang dapat digolongkan ke dalam teknik preventif adalah : 1) Sikap terbuka. 2) Sikap menerima dan menghargai. 3) Sikap empati. 4) Sikap demokratis. 5) Mengarahkan siswa pada tujuan kelompok. 6) Menghasilkan antara kelempok yang disepakati siswa. 7) Mengusahakan siswa. 8) Memperjelas komunikasi. 9) Menunjukkan kehadiran. 
2. Teknik Kuratif 
Yang dapat digolongkan ke dalam teknik kuratif : 1) Penguatan negatif. 2) Penghapusan. 3) Hukuman. 4) Membicarakan. 5) Bersikap masa bodoh terhadap pembelajaran. 6) Memberikan tugas yang bernilai menunjukkan tongkah laku yang menguasai. 7) Memberikan tugas yang memerlukan keberanian siswa menunjukkan tingkah laku menguasai. 8) Memberikan tugas yang menuntut kekuatan fisik bagi siswa yang menunjukkan menguasai. 9) Tidak menyalahkan siswa secara langsung menunjukkan segi-segi keberhasikan ( bagi siswa yang menunjukkan tingkah laku ketidak mampuan. 10) Tidak memberikan respon ekspresi wajah tetap bagi siswa yang menunjukkan tingkah laku membalas mendendam. 11) Mendorong partisipasi. 12) Memeratakan partisipasi. 13) Mengurangi ketegangan. 14) Mengatasi pertentangan antar pribadi atau antar kelompak.
C. Tujuan Pengelolaan Kelas 
Pengelolaan kelas yang dilakukan guru bukan tanpa tujuan, karena ada tujuan itulah guru selalu berusaha mengelola kelas walaupun terkadang kelelahan fisik maupun fikiran dirasakan. Guru sadar tanpa mengelola kelas yang baik maka akan menghambat kegiatan belajar mengajarnya, itu sama saja membiarkan jalannya pengajaran tanpa memmembuka hasil yaitu mengantarkan anak didik dari tidak berilmu menjadi berilmu. Tujuan pengelolaan kelas pada hakikatnya telah terkandung dalam tujuan pendidikan, secara umum tujuan pengelolaan kelas adalah : “Penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas, fasilitas yang ddisediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap serta apresiasi pada siswa.” Menurut Suharsimi Arikunto (1988:68) berpendapat bahwa tujuan pengelolaan kelas adalah agar setiap anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.

Sabtu, 09 November 2013

Puisi Malamku

Secercah Asa pada Secarik Rasa












Aku pinta namun tak kuasa
Beribu bahasa namun kau tak mengerti jua
Ini rasa hilang di pendam masa
Maafkan aku cinta

Aku pinta namun kau tak peka
Haruskahku menyerah pada asa
Asa yang terluka ketika cinta tak seindah surga
Maafkan aku cinta

Terlihat mata mu ada yang tersembunyi di sana
Mulut mu berbisa dan tatapanmu terpancar beda
Engkau pemusnah asa aku tak suka
Maafkan aku cinta








Rabu, 23 Oktober 2013

Alun-alun Kapuas (Lapangan Korem) Pontianak


Alun-Alun Kapuas (Lapangan Korem) Pontianak

Pontianak, pukul 15.30 WIB keadaan sudah mulai ramai. Tidak jauh dari Kantor Wali Kota Pontianak terdapat sebuah tempat yang menarik untuk dikunjungi. Alun-alun Kapuas atau korem merupakan tempat yang banyak dikunjungi oleh semua masyarakat Kota Pontianak. Yang mengunjungi tempat ini pun bukan hanya para remaja, tetapi mulai dari anak-anak, bahkan orang tua pun tak segan untuk berkunjung ke tempat ini.
Terlihat replika (miniatur) tugu khatulistiwa
Pada siang hari memang tempat ini biasa-biasa saja, namun keadaan sangat berubah jika di malam hari. Apalagi malam minggu, banyak sekali masyarakat yang mengunjungi tempat ini. Dari pengamatan penulis pada malam minggu mulai pukul 19.00 WIB sudah banyak kendaraaan, bahkan dikatakan parkiran sudah hampir penuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Artinya, masyarakat datang ke tempat ini dengan sangat antusias. Mereka berbondong-bondong untuk jalan-jalan, menikmati malam, dan sekedar bercanda ria di tempat yang sering juga disebut korem ini.


Pemandangan korem di malam hari
Pemandangan di korem atau masyarakat Kota Pontianak juga menyebutnya Alun-alun Kapuas memang cukup menarik, apalagi di malam hari. Pemerintah Kota Pontianak telah membuat sebuah air pancur yang cukup besar untuk memperindah tempat ini. Untuk sekedar melepas lelah dan penat, Pemkot juga telah menyediakan tempat-tempat tertentu untuk dijadikan tempat berjualan bagi pedagang-pedangan kaki lima yang menjual aneka minuman dan makanan ringan, bahkan ada juga penjual kaki lima lainnya yang menjual pakaian dan asesoris dan mainan anak-anak. Yang tak kalah menarik yaitu pemandangan dengan adanya taman bermain bagi anak-anak. Kebun bunga juga ikut memperindah Alun-alun Kapuas. Sehingga pada saat berkunjung ke tempat ini tidak ada kata “bosan”, malah mengasyikkan.