Tampilkan postingan dengan label DUNIA SASTRA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DUNIA SASTRA. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Agustus 2021

Refleksi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam Karya

 

Kicau “Si Jago Muda”

Oleh: Bastian Arisandi (CGP 3 Ketapang)

 

Ketika raga masih diperadu

Hati kian pilu kian membatu

Masa itu kelam

Masa itu kejam

 


Sinar mentari perlahan mulai menyinari

2 Mei lahir Si Jago muda yang berseri

Tonggak lahirnya seorang pioner pendidikan bangsa


Hingga berbakti sepenuh jiwa

 

Asa kian sempurna untuk jiwa Indonesia

Bakti untuk negeri

Pendidikan dan pengabdian untuk bangsa

 

Pikiran dan gagasan penuhi  diri

Untuk kemajuan negeri

Tiada yang tak dipungkiri

Semua dijalani dengan ikhlas hati

 



Masa itu kelam, masa itu kejam

Berkat Si Jago Muda yang menyinari

Berkat pengabdian dan Bakti

Masa akan terang dan penuh bintang

Bangsa akan berseri

 

Kicau Si Jago Muda

Poiner pendidikan Bangsa

Ki Hadjar Dewantara

 

 

 

**********

Senin, 09 Desember 2013

Ekspedisi Lintas Batas #1




Ray
Hari gelap gulita, rintik-rintik mengguyur sepanjang jalan yang kadang aspal kadang berlumpur itu. Dua buah sepeda motor nampak melaju dengan kecepatan sedang-sedang saja. Tidak ada yang istimewa sebenarnya. Justru yang istimewa karena kedua motor tersebut melaju saja menerobos hujan, padahal di dalam jok motor masing-masing ada mantel.
Ya itu sekelumit kisah tiga orang pemuda yang gagah dan berani. Mereka bertiga Jum, Ray dan Bas. Mereka berencana mencari kesenangan berupa jalan-jalan menuju tempat tempat yang tak bertepi. Sebenarnya sih tanpa tujuan. Namanya juga pemuda ya wajar saja menghabiskan waktu dengan hal yang tak menentu. Mereka menamakan perjalanan tersebut dengan nama ekspedisi lintas batas. Kerenkan. Banyak kegilaan. Ya mungkin karena mereka benar-benar gila.
“Woii beteduh di warung tepi jalan!” teriak Ray memecah kesunyian hujan.
“Baiklah” ujar Jum dan Bas.
Mereka pun berteduh sejenak.
Sementara masih senyap karena kedinginan.
“Kita kehujanan di tengah jalan” gumam Ray.
“Kalo begitu kita lewat tepi jalan saja” seloroh Jum.
Hahahaa
Kembali senyap.
Beberapa menit kemudian hujan masih melanda. Bahkan semakin deras. Tidak menunjukan akan reda.
Capek deh.
“Pakai mantel jak yok, ndak bakalan berenti hujan nih!”, sahut Jum dengan gagah berani.
“Ayoklah”, Ray dengan tak kalah gagahnya.
Dan mereka melanjutkan perjalanan dengan mantel.
Baru menempuh perjalanan sekitar satu kilometer hujanpun reda.
Yah.
Mereka berhenti, melipat kembali mantel dan melanjutkan perjalanan.
Tidak kurang satu kilometer kemudian hujan datang lagi.
Aah kampret!
“Hai hujan kita putus!”, teriak Bas dengan gayanya yang cool.
Hujan terdiam. Ray dan Jum terdiam.
Hujan menangis. Ray dan Jum menangis.
Hujan teberak. Ray dan Jum juga teberak.
Aneh.
Bas
Ya itulah Bas. Orangnya pendiam namun selalu saja ada lelucon yang dibuatnya. Lain lagi Ray. Si Ray ini sebenarnya adalah seorang mahasiswa tingkat akhir yang sedang skripsian. Satu di antara sifat Ray yaitu mudah mengiya-iyakan ajakan teman-temannya. Misalkan lagi antri bimbingan dengan dosen, kemudian tiba-tiba ada teman yang mengajak ke kantin. Ya dia iyakan dan kemudian ke kantin padahal antri bimbingannya sudah hampir satu jam. Atau lagi serius garap skripsian, tiba-tiba ada teman yang mengajak main game (baca PES) dia iyakan juga padahal deadlinenya besok hari. Sungguh manusia aneh tapi tetap mengasyikan. Dan sekarang pun sebenarnya lagi bimbingan di kampusnya, namun tetap ikut pergi entah kemana dan tanpa tujuan yang jelas.
Jum
Lain lagi Jum. Seorang virgo kolosal. Apaan? Ya intinya virgo. Orangnya terlihat dewasa. Penuh kewibawaan. Dalam hal bercinta tidak ada duanya. Dua kali diputuskan pacarnya. Tipe setia dan pejuang cinta. Ada kisah Si Jum sampai menabrak bak mobil saking semangat dalam mengejar kekasihnya. Mengidap penyakit tiphues akut level 4. Kemana-mana harus membawa pil anti tiphues. Kasian kamu nak nak. Dan ada kecurigaan dalam benak Bas kenapa sampai Jum mengajak melakukan perjalanan yang panjang dan melelahkan ini. Jum sedang putus cinta. Oh jadi itu awal dari ekspedisi lintas batas ini.
Maybe yes, maybe no.


Bersambung ...

Sabtu, 09 November 2013

Puisi Malamku

Secercah Asa pada Secarik Rasa












Aku pinta namun tak kuasa
Beribu bahasa namun kau tak mengerti jua
Ini rasa hilang di pendam masa
Maafkan aku cinta

Aku pinta namun kau tak peka
Haruskahku menyerah pada asa
Asa yang terluka ketika cinta tak seindah surga
Maafkan aku cinta

Terlihat mata mu ada yang tersembunyi di sana
Mulut mu berbisa dan tatapanmu terpancar beda
Engkau pemusnah asa aku tak suka
Maafkan aku cinta








Senin, 21 Oktober 2013

Masa Lalu Di Lirik Sebuah Lagu


       Terangnya seribu bintang takkan sanggup menyinari hatiku
       Yang kuinginkan hanya dirimu cinta sejatiku
       Kepada seribu bintang sampaikan salamku kepadanya
       Hanya dia  hanyalah dirinya yang aku cinta
Sayup-sayup terdengar lantunan lagu “Terangnya Seribu Bintang” lagu merdu dari Sultan. Mengalun syahdu disertai alunan nada gitar yang mengiris hati dari seorang Jack yang menikmati malam kesendirian. Jack berhenti sejenak menghirup segelas kopi pekat yang mulai berasa pahit karena penuh dengan remah-remahnya saja. Setelah itu Jack menyulut sebatang rokok. Terlihat dia sangat menikmati suasan malam itu. 
Sejenak hening. Hanya suara bunyian malam yang terdengar manja di telinganya. Ya dalam keheningan Jack mengingat masa-masa lampau yang sangat sulit untuk ia lupakan. Tak mampu juga untuk diungkapkan dengan kata-kata, hanya mampu ia ungkapkan lewat alunan lagu “Terangnya Seribu Bintang”. 
Masih jelas berasa diingatan Jack masa 5 tahun silam. Masa sangat bahagia penuh suka dan duka bersama Nia. Ya Nia, seorang mahasiswi cantik nan mempesona teman kuliah Jack ya mulanya hanya teman kuliahan saja. Jack terbayang akan beberapa kejadian yang tak kan terlupakan bersama Nia. Bagaimana mereka mengerjakan tugas bersama, saling membantu pada saat ujian semester, maupun kenangan di mana ketika Jack akhirnya memilih meninggalkan semuanya.
**********
Mulanya siang itu, Jack dengan penuh semangat mengikuti sebuah mata kuliah. Ia duduk paling depan. Entah semangat apa yang membuatnya memberanikan diri untuk duduk di bangku paling depan, padahal biasanya Jack mencari tempat yang aman dari pandangan dosen apalagi dosen killer. Ketika duduk secara tidak sengaja Nia yang duduk di samping Jack menjatuh DHK (Daftar Hadir Kuliah) dan hendak mengambil DHK tersebut di bawa kursi dekat Jack. Nia hendak mengambil DHK dan secara Refleks Jack pun hendak mengambil DHK tersebut untuk Nia. Mereka berhadapan bertatap muka. Diam sejenak.
“Hmmmm” terdengar suara dosen mendehem.
Jack dan Nia secara refleks kembali ke tempat duduk masing-masing. 
Semenjak itulah Jack dan Nia mulai terlihat akrab. Di mana ada Nia di situ ada Jack. Istilahnya seperti parasit (kampret bener Si Jack).
**********
Jack kembali menghirup kopi pahit dari gelasnya, menghidupkan kembali rokoknya. Jack kemudian tersenyum sendiri. tersenyum dalam duka. Jack sejenak menghembuskan nafas. Ia teringat kembali sebuah peristiwa di malam itu ketika dia berkunjung ke rumah Nia dengan alasan membantu mengerjakan tugas untuk Nia. Padahal mereka bercerita penuh suka dalam bilik kamar ya hanya mereka berdua.
**********
Sore itu Nia mengajak Jack untuk membantu mengetikan makalahnya. Sekitar pukul 6 sore Jack pun berangkat dengan motor kebanggannya menuju rumah Nia. Setelah mengendarai kendaran sekitar 30 menit sampailah Jack ke rumah Nia.
“Hai”, sapa Jack.
“Hai juga, silahkan masuk”, Sapa Nia dengan senyuman manis disertai lesung pipitnya.
“Silahkan duduk dulu”, ujar Nia. Mau minum apa?
“Apa saja lah yang penting halal”, sahut Jack.
Keduanya tersenyum.
“Sungguh indah senyumanmu", gumam Jack dalam hati.
“Oke deh”, lanjut Nia berlalu menuju dapur rumahnya.
Singkat cerita, malam itu mereka mengerjakan makalah Nia dengan penuh suka. Sebenarnya malam itu adalah malam minggu. Dan secara tak sengaja Jack bertanya kepada Nia.
“Ini kan malam minggu, memang kamu tidak jalan sama pacarmu ya”.
“Pacarku sedang pergi”, sahut Nia ketus.
Jack melirik ke arah Nia. Ia melihat mata Nia berkaca, ya itu ada air mata di sana.
Jack paham ada sesuatu yang terjadi di sana, tapi entah apa? Jack hanya diam kemudian kembali melanjutkan ketikannya. 
Hening di kamar itu.
*********
“Jack, Jack masuk sudah malam”, terdengar teriakan dari dalam rumah.
Teriakan yang membuyarkan kenangan manis Jack. 
“Iya mama, sebentar lagi”, teriak Jack dari teras rumahnya.
Jack kembali tersenyum dan kembali memainkan gitarnya.
       
       Terangnya seribu bintang takkan sanggup menyinari hatiku
       Yang kuinginkan hanya dirimu cinta sejatiku
       Kepada seribu bintang sampaikan salamku kepadanya
       Hanya dia  hanyalah dirinya yang aku cinta
Malam terus berlanjut. Jack menghabiskan malam itu dengan berbagai kenangan yang berkecamuk di dalam pikirannya. Alunan suara gitar dipadukan lagu “Terangnya Seribu Bintang” masih berlanjut. Jack seakan ingin kembali ke masa 5 tahun silam. Walau tinggal kenangan namun tak akan terlupakan. 
**********

Sabtu, 12 Oktober 2013

Puisi Malam

Gelap Malam Merindu

Oleh: Bastian Arisandi


Ku tiup gundah gulana
Seroja mekar tak berdosa
Ku kecup ku rasa
Indah sungguh menggoda

Sekilas mata sendu nan sayu
Ku ruba ku rasa semu
Bertopang syahdu pada bayangmu
Sakit sakit tak bertemu

Tengok kanan tengok kiri
Sepi tak ada yang menemani
Hati semakin lemah tak daya berdiri
Biar lah gundah sepi ku di sini
Menanti



Rabu, 09 Oktober 2013

Cerpen Sederhana

Kisah Cinta yang Berawal dari Perang Lagu

Sore itu terdengar suara musik sebuah lagu yang sangat memekakan telinga Esi. Ia pun terbangun mengucak matanya  sejenak dan kemudian mencari sumber suara musik yang memekakan telinga tadi. Esi mencari sumber suara ke berbagai penjuru desa itu. Mulai dari rumah paling ujung tidak ada suara apa-apa, rumah di samping kanan dan kiri juga tidak terdengar suara apa-apa. Mata Esi pun tertuju ke depan rumahnya. Dan betul saja ya sumber suara musik yang sangat keras tersebut adalah berasal dari depan rumah mereka.
Esi pun berkecamuk, ia kesal karena suara musik tadi membangunkan dari tidur siangnya.
“Sungguh tetangga yang tak bisa mengerti keadaan sesama” sungut Esi sambil menuju DVD player di sudut kamarnya.
“Rasakan ini jerit Esi!”.
Tak berapa lama kemudian suara lagu dari kamarnya mulai menghentakkan seluruh ruangan kamar. Tidak ada hanya itu suara lagu dari DVD playernya juga menghentak sampai ke rumah tetangga yang berada di depan rumahnya.
“Huh, rasakan pembalasanku”, teriak Esi.
Tak berapa lama kemudian muncul seorang pemuda melihat dari jendela kamarnya. Pemuda tersebut nampaknya mulai merasa terganggu dengan suara lagu dari rumah Esi. Ia memperhatikan sejenak lalu dengan tak mau kalah saing pemuda tersebut membesarkan volume suara musik dari rumahnya juga.
Sungguh sebuah perang suara musik yang sangat membingunkan!Yanto ya Yanto nama pemuda tersebut memperdengarkan lagu-lagu hard rocknya, sedangkan Esi dengan lagu-lagu romantisnya. Perang terus berlanjut hingga beberapa waktu terlewatkan. Baik Yanto maupun Esi tidak ada yang mau mengalah dalam memperdengarkan suara lagu dari kamar mereka masing-masing.
Hingga tibalah waktu itu. Yanto kembali menyetel suara lagu-lagu hard rocknya dengan suara full hingga menggetarkan rumah-rumah lainnya. Apa yang terjadi? Dua buah lagu terlewatkan, tidak ada balasan dari kamar Esi. Empat lagu berselang dari kamar Esi pun masih tidak terdengar apa-apa. Yanto mulai merasa ada yang hilang. Diam-diam dia merindukan balasan lagu romantic yang sering diperdengarkan Esi.
“Ach bosan”, gumam Yanto.
Dengan segera ia pun mengecilkan volume suara DVD-nya dan tertegun sejenak memandang dari jendela kamarnya ke arah kamar Esi di seberang sana. Ia tidak melihat apa-apa. Tatapan matanya kosong.
“Esi kamu kemana? Kenapa baru sekarang kurindu suara alunan lagu dari kamarmu?” keluhnya.
 Semenjak itu ada perubahan yang mencolok dari Yanto. Dari kamarnya tidak lagi terdengar lagu-lagu hard rock yang memekakan telingan namun mulai terdengar lagu-lagu romantis. Mulai dari lagu Adista, lagu Noah hingga lagu-lagu Westlife. Perubahan yang sangat signifikan.
Singkat cerita Yanto mulai jatuh cinta pada Esi. Ia terus mencari penyebab hilangnya Esi yang secara tiba-tiba itu. Setelah mencari dan terus mencari, rupanya Esi harus menjalani operasi di sebuah rumah sakit di Kota Cidayu. Yanto mulai gelisah, dalam benaknya ia tidak mau kehilangan seorang lawan beratnya dalam perang lagu. Ia merindukan Esi yang selalu mengoloknya dari jendela kamarnya. Yanto merindukan ekspresi-ekspresi yang ditunjukkan Esi ketika mereka sedang perang lagu.
Sungguh menyesakan dada!
Senja itu, Esi sedang bersantai di kamarnya. Setelah bangun dari tidur siangnya ia pun mulai merasa ada yang berbeda. Esi merasa kok tumben-tumbennya hingga sesenja ini tidak terdengar sedikitpun lagu hard rock dari depan rumahnya tepatnya dari kamar Yanto. Sejenak ia memandang dari kamarnya. Terlihat kamar Yanto sepi-sepi saja.
“Pemandangan yang indah”
“Aku menang”, gumam Esi.
Beberapa hari kemudian setiap Esi bangun tidur siang ia mulai merasa aneh. Ia merasa ada yang kurang. Ia merasa tak terdengar lagi lagu-lagu yang mengganggu dari seberang rumahnya. Ia merasa mulai kesepian. Ia merasa kecewa. Ada rasa inginnya untuk berperang lagu lagi melawan Yanto. Namun apa yang telah terjadi? Esi bingung. Esi merasa.
“Ke mana Yanto?”, keluhnya. “Aku merindukan hentakan lagu hard rock mu”, lanjutnya lagi. Sepi sungguh sepi!
Selang berlalu.

Sore itu, lantunan lagu “Hampa” dari Ari Lasso terdengar merdu di telinga Esi. Ia pun kebingungan dan terhenyak langsung mencari-cari arah suara lagu tersebut. “Siapa ya yang menghidupkan lagu kesayanganku ini” pikir Esi. Ia memandang keluar dan….
OMG! Itu berasal dari rumah Yanto! Esi pun terperanjat.
Ia kaget dan tertegun bagaikan tersentak dari lamunan beribu tahun. Indah sekali lantunan lagu itu. Tapi yang lebih mengharukan itu berasal dari kamar Yanto. “Ada apa gerangan”, seru Esi. Seakan tidak percaya ia melirik dari jendela kamarnya ke arah kamar Yanto. Apa yang terlihat di seberang sana! Itu tidak kalah mengharukan. Ya….
“KITA DAMAI”
Dua kata yang terlihat dari kaca jendela kamar Yanto sangat jelas terbaca oleh Esi. Hanya dua kata tapi penuh makna. Hanya dua kata tapi beribu cerita. Ya hanya dua kata dan semuanya akan berawal dari sana. Bersambung….



Senin, 07 Oktober 2013

CeritaKu mana CeritaMu

Nuansa Cinta Awal yang Tak Terduga

Pagi itu Ari bangun agak awal, ia penuh semangat pagi itu. Setelah merapikan tempat tidurnya Ari dengan tergesa-gesa mandi. Sambil bernyanyi riang ia senandung ria di dalam kamar mandi. Selesai mandi dan berpakaian rapi Ari langsung mengendarai Satria F Si Merah kebanggaannya menuju Persekolahan. Bukan Ari bukan siswa, ia merupakan seorang guru ya seorang guru muda nan tampan. Sejujurnya saking tampannya Si Ari pernah beberapa siswa cewek meng-invite-kan PIN BBnya.


Pagi itu entah apa yang ada di pikiran Ari, ia begitu bahagia. Yup sangat, sangat bahagia. Saking bahagianya tampak dari raut mukanya yang penuh senyuman. Manis ya senyuman yang manis. Saking manisnya ada siswa yang diam-diam suka padanya. Ya siswanya ckckck...

Kisah berawal dari teman Ari yang baru selesai PPL (Praktek Pengalaman Lapangan) di sebuah SMP. Di kota Pontianak. Pak Ray ya Pak Ray itu lah siswa-siswa sering menamakannya. Hari itu Pak Ray ini menulis sebuah status di FB, ya wajar sebagai guru yang masih labil Pak Ray ini hobi juga dengan dunia maya semisal FB dan twitter. Status Pak Ray di komen oleh siswanya sebut saja Elsa. Hmmmm ya Elsa nama yang indah tapi tak seindah nama gurunya (Pak Ray; red). 

Rabu, 26 Juni 2013

Kumpulan Puisi "Kolong Sastra"

Perih
Oleh: Wendy Sajalah

Asaku hilang ....
Meradang ...
Berasa girang ....
Berasa bimbang ...
Aku berjuang ...
Yang lain riang ...
Achhhh sudah lah.


Tak Ada Kepastian
Oleh: Admin KS

Mati rasa mati peka...
Entah lah itu rasa...
Mual...
Muntah...
Emosi membara...
Apa itu?
Itu Apa?
Ntahlah 
Itu ANU.

AKU SAKIT 
Oleh: Wendy Sajalah
Disudut ruang kosong
Kau disana dan aku disini
Saling jauh hingga terasa
Kau lebih asik denganya
Aku sakit menatapnya
Kau tenggelam disuasana gembira
Ku tenggelam bersama lara
Ku nikmati semua dengan suka cita
Walau dihati rasanya nelangsa










Rabu, 06 Maret 2013

KUMPULAN PUISI


Guruku
Karya: Ari Setiawan Kelas XF

Guruku kau selalu dihatiku
Guruku kau tak pernah lelah mengajariku
Kalaupun hujan dan panas
Guruku kau begitu sabar

Saat teman-temanku ribut tapi kau tetap semnagat mengajariku
Guruku aku sangat bangga pada mu
Dan atas jasamu aku bisa sukses

Guruku dirimu takkan kulupakan jasa dan pengorbananmu
Walaupun dirimu jauh dari hatiku
Tapi namamu akan kukenang dihatiku
Guruku aku sangat berterima kasih padamu.




IBU
Karya : Erni (kelas XF)

Sembilan bulan engkau mengandungku ...
Merawat dan mendidikku ...
Hingga kutumbuh besar ...
Ibu ...
Belaian lembut dari tanganmu ...
Dan kasih sayang yang telah engkau berikan padaku ...
Akan kukenang sepanjang hidupku ...
Ibu ...
Terima kasih atas semuanya ...
Kasih sayang yang telah engkau berikan kepadaku ...
Kini sekaran kusudah tunbuh besar ...
Itu semua berkat kasih sayangmu ...
Semoga yang engkau berikan kepadaku mendapat imbalan dari Tuhan ...




SASTRA DAN PSIKOLOGI


SASTRA DAN PSIKOLOGI
Menurut Wellek dan Warren (1990;90) istilah psikologi sastra mempunyai empat kemungkinan pengertian. Yang pertama adalah studi psikologi pengarang sebagai tipe atau sebagai pribadi. Yang kedua adalah sebagai proses kreatif. Yang ketiga studi tipe dan hukum-hukum psikologi yang diterapkan pada karya sastra. Dan yang keempat mempelajari dampak sastra pada pembaca (psikologi pembaca).
Kejeniusan seorang sastrawan selalu menjadi bahan pergunjingan. Sejak zaman Yunani, kejeniusan dianggap disebabkan oleh semacam ``kegilaan`` (madness)- dari tingkat neurotik sampai psikosis. Penyair adalah orang yang ``kesurupan`` (possessed). Ia berbeda dengan oranglain, dan dunia bawah sadar yang disampaikan melalui karyanya dianggap berada di bawah tingkat rasional atau justru supra-rasional.
Menurut Freud (dalam Wellek dan warren, 1990; 92) seniman asal mulanya adalah seseorang yang lari dari kenyataan ketika untuk pertama kalinya ia tidak dapat memenuhi tuntutan untuk menyangkal pemuasan insting. Kemudian dalam kehidupan fantasinya ia memuaskan keinginan erotik dan ambisinya. Tetapi ia dapat menemukan jalan untuk keluar dari fantasi ini dan kemali ke kenyataan.
Kebanyakan penyair menolak untuk disembuhkan atau menyusaikan diri dengan norma masyarakat. Menyesuaikan diri berarti mamatikan dorongan penulis, atau berarti mengikuti lingkungan yang dianggapnya munafik untuk borjuis.  Menurut T.S Eliot penyair dianggapnya mengulangi kembali atau tetap mempertahankan hubungan dengan masa kanak-kanaknya dan dengan masa muda umat manusia, sementara ia melangkah ke masa depan.
Proses kreatif meliputi seluruh tahapan, mulai dari dorongan bawah sadar yang melahirkan karya sastra sampai pada perbaikan terakhir yang dilakukan pengarang. Bagi sejumlah pengarang, justru bagian akhir ini merupakan tahapan yang paling kreatif.
Belum banyak pembicaraan tentang proses kreatif yang bersifat umum dan menunjang teori sastra. Setiap pembahasan modern tentang proses kreatif pasti menyorot peran alam bawah sadar dan alam sadar pengarang. Pengarang yang sering membicarkan proses kreatifnya lebih suka menyinggung prosedur teknis yang dilakukan secara sadar daripada membicarakan ``bakat alam``, atau pengalaman yang menjadi bahan karya, atau karyanya sebagai cermin atau prisma dari pribadi mereka.
            Sastrawan adalah spesialis dalam asosiasi (wit), disosiasi (penilaian) dan mengkombinasikan kembali (menyatukan unsur-unsur yang dialami secara terpisah. Sastra memakai kata sebagai medium. Sastrawan mengumpulkan kata-kata seperti anak kecil mengumpulkan boneka, perangko, atau binatang peliharaan. Bagi penyair, kata-kata bukanlah ``tanda`` suatu pasangan yang transparan melaikan ``simbol``, yang mempunyai nilai dirinya sendiri di samping sebagai alat untuk mewakili hal lain. Simbol dapat merupakan objek atau benda yang bernilai karena bunyinya atau penampilannya.
            Untuk penulis naratif, yang disorot adalah ``penciptaan`` tokoh dan cerita. Jadi pembicaraan tokoh bisa dianggap campuran dari tokoh tipe yang sudah ada dalam tradisi sastra, orang-orang yang diamati oleh pengarang, dan diri pengarang sendiri. Kadar pencampuran ini bervariasi. Penulis realis boleh dikatakan membuat pengamatan terhadap perilaku masyarakat dan menyajikan rasa empati, sedangkan penulis romantik membuat proyeksi perasaannya. Tapi penokohan yang meyakinkan sulit dibuat hanya dari pengamatan terhadap orang di sekitar pengarang.
            Proses kreatif merupakan wilayah penelitian dan penyidikan psikologi. Psikologi dapat mengklasifikasikan pengarang berdasarkan tipe psikologi dan fisiologinya. Mereka bisa menguraikan kelainan jiwanya, bahkan meneliti alam bawah sadarnya. Bukti-bukti untuk itu diambil dari dokumen di luar sastra atau dari karya sastra sendiri. Untuk menginterpretasikan karya sastra sebagai bukti psikolog, ia perlu mencocokkannya dengan dokumen-dokumen di luar sastra.
            Psikologi dapat menjelaskan proses kreatif. Metode mengarang banyak diperhatikan dalam psikologi. Juga kebiasaan pengarang merevisi dan menulis kembali karyanya.  Ada studi genesis karya, tahap awal, buram, dan bagian-bagian yang dibuang. Yang lebih bermanfaat adalah studi tentang perbaikan naskah, koreksi, dan seterusnya, karena jika dipakai dengan tepat dapat membantu melihat keretakan, ketidakteraturan, perubahan, dan distorsi yang sangat penting dalam suatu karya sastra.  

Sabtu, 03 November 2012

NILAI BUDAYA DALAM CERITA SABUNZU SAROKNG ANTU


NILAI BUDAYA DALAM CERITA SABUNZU SAROKNG ANTU SASTRA LISAN 
DAYAK SIMPAKNG KABUPATEN KETAPANG
OLEH: BASTIAN ARISANDI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Usaha pembinaan dan pengembangan kebudayaan nasional tidak terlepas dari upaya penggalian sumber-sumber kebudayaan daerah yang banyak tersebar dari seluruh tanah air termasuk di Kalimantan Barat. Usaha tersebut mempunyai arti penting tidak hanya bagi kebudayaan itu sendiri melainkan juga kebudayaan nasional. Dalam hal ini, usaha pengkajian sastra daerah khususnya yang mencangkup cerita rakyat akan terus diupayakan sehingga cerita rakyat tersebut tetap lestari dan tidak punah.
Hal ini dinilai penting, karena dewasa ini sastra daerah terutama cerita rakyat seolah-olah telah terlupakan. Padahal, cerita rakyat banyak mengandung nilai-nilai yang sangat bermanfaat serta mempunyai makna-makna dalam bentuk isi yang perlu diwarisi oleh pemakainya. Selain itu, kebudayaan daerah khususnya yang mencangkup cerita rakyat merupakan budaya leluhur dan wahana untuk berkomunikasi antar masyarakat lama dengan masyarakat sekarang.
Cerita rakyat merupakan bagian dari sastra daerah yaitu suatu kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat. Kehidupan sastra daerah itu dapat dikatakan masih berkisar pada sastra lisan. Sastra lisan merupakan bagian dari karya sastra.
Satu diantara bentuk sastra lisan adalah cerita rakyat. Cerita rakyat sering dikaitkan dengan folklor. Folklor adalah sebagian kebudayaan, suatu kolektif yang tersebar dan diwariskan turun-temurun, di antara kolektif macam apa saja, secara tradisional dalam versi yang berbeda, baik dalam bentuk lisan maupun contoh yang disertai dengan gerak isyarat atau alat pembantu pengingat (minemonic device) (Danandjaja, 1986: 2). Berdasarkan pendapat tersebut disimpulkan bahwa cerita rakyat merupakan bagian dari folklor karena cerita rakyat merupakan warisan yang diturunkan secara turun-temurun secara lisan.
Cerita rakyat merupakan satu diantara sastra daerah yang diwariskan secara turun-temurun secara lisan atau dituturkan secara lisan. Oleh karena itu, maka cerita rakyat disebut sastra lisan. Demikian juga dengan cerita Sabunzu Sarokng Antu (kemudian disingkat SSA) merupakan bagian dari sastra lisan yang hidup dan berkembang ditengah-tengah masyarakat Dayak Simpakng Kecamatan Simpang Dua Kabupaten Ketapang.
Cerita SSA merupakan cerita Dayak Simpakng yang dianggap beruntung. Ini dikarenakan tim peneliti dari Institut Dayakologi pernah melakukan proses transkripsi terhadap cerita SSA. Hal ini merupakan satu diantara usaha dalam mempertahankan cerita SSA agar tetap dilestarikan.
Keberuntungan cerita SSA hanya sebatas pernah didokumentasi dan ditranskripsi saja. Sejak didokumentasikan dan ditranskripsikan oleh tim dari Institut Dayakologi hingga sekarang cerita ini dibiarkan terbengkalai. Dalam usaha melanjutkan usaha dari Tim institut Dayakologi tersebut, diperlukan usaha nyata agar cerita SSA tidak mengalami stagnasi penelitian. Hal ini juga menunjukkan adanya usaha agar cerita SSA tetap dapat  dilestarikan dan mampu menggugah generasi muda Dayak Simpakng untuk tetap menaruh minat dan perhatian pada cerita rakyat maupun sastra daerah lainnya. Jika tidak maka sastra daerah umumnya dan cerita rakyat khusunya akan menjadi sastra yang “mati”. Senada dengan Syam (2010: 6) mengemukakan “jika tidak ada lagi yang berminat dengan sebuah sastra daerah, maka akan menjadi sastra yang statis, bahkan menjadi sastra yang mati”. Memperhatikan hal-hal di atas, mau tidak mau penelitian terhadap cerita SSA harus segera dilaksanakan.
Cerita SSA merupakan cerita yang ditenggarai banyak mengandung nilai-nilai budaya yang mampu dijadikan alat pendidikan. Maka cerita SSA menjadi satu diantara cerita rakyat Kalimantan Barat yang telah mendapat rekomendasi dari Kakanwil Depdikbud Provinsi Kalimantan Barat sebagai bahan pengajaran muatan lokal pada jenjang pendidikan SD, SLTP dan SLTA di Kalimantan Barat. Hal ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri, mengingat begitu banyaknya cerita rakyat yang ada di Kalimantan Barat. Mengingat pentingnya cerita SSA di atas, penelitian terhadap cerita SSA harus segera dilaksanakan secepatnya.
Seiring dengan perkembangan zaman, perlahan tetapi pasti kebudayaan daerah mulai tergusur oleh perkembangan itu sendiri. Tak terelakkan, cerita rakyat yang merupakan tradisi lisan mulai tergusur oleh perkembangan tersebut. Djuweng (2003: ix) mengemukakan betapa tidak, selama ini anak-anak Simpakng yang sudah berpendidikan ala kota (baca barat) tidak hanya cenderung melupakan tradisi lisan mereka, tetapi juga orang-orang yang berada pada barisan paling depan yang menggusur keberadaan sastra lisan. Dari pendapat ini terungkap sebuah fakta bahwa kaum muda yang berpendidikan merupakan bagian terdepan dalam menggusur sastra lisan. Hal ini sungguh ironis, seharusnya kaum muda dan berpendidikanlah yang merupakan barisan terdepan dalam melestarikan tradisi lisan yang ada pada masyarakat Dayak Simpakng.
Sastra lisan secara umum memuat berbagai aspek kearifan lokal dari pemiliknya. Sebagai sebuah kearifan lokal yang menjadi identitas pemiliknya maka sudah layak dan seharusnya cerita SSA dilestarikan. Kearifan lokal yang merupakan warisan dari nenek moyang tidak hanya dilestarikan namun hendaknya dihargai dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Memperhatikan nilai kearifan lokal tersebut cerita SSA sangat mendesak dan harus secepatnya diteliti.
Sehubungan dengan hal-hal  di atas peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitian terhadap cerita SSA. Penelitian terhadap cerita rakyat, khususnya cerita SSA bukan semata-mata untuk menampilkan sikap kedaerahan, tetapi juga sebagai usaha untuk melestarikan unsur kebudayaan yang hingga saat sekarang nyaris punah. Adanya penelitian ini diharapkan mampu untuk menggugah para generasi muda agar berpartisipasi aktif dalam mempertahankan aset daerah yang sangat berharga ini.
Adapun alasan peneliti memilih cerita SSA sebagai cerita yang diteliti dengan memerhatikan hal-hal sebagai berikut.
1.      Cerita SSA banyak mengandung nilai-nilai kearifan lokal yang mau tidak mau harus dilestarikan bahkan kearifan lokal ini tidak hanya dilestarikan tetapi dihargai dan lebih penting menjadi panutan dalam bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini terutama nilai budaya, karena menyangkut seluruh aspek kehidupan masyarakat.
2.      Cerita SSA merupakan cerita yang meskipun sudah mendapat rekomendasi dari Depdikbud Kalimantan Barat sebagai mata pelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah namun kenyataan yang ada justru cerita ini dibiarkan terbengkalai sehingga diperlukan penelitian lanjutan agar eksistensi cerita SSA di Kalimantan Barat tetap terjaga. Maka peneltitian terhadap cerita SSA harus secepatnya dikaji secara lebih mendalam.
3.      Satu di antara langkah logis peneliti sebagai bagian dari masyarakat Dayak Simpakng dalam upaya menjaga kebudayaan yaitu dengan melakukan penelitian terhadap cerita SSA. Hal ini dimaksudkan agar kaum muda lainnya dan masyarakat Dayak Simpakng secara keseluruhan tergugah untuk mempertahankan cerita lainnya maupun kebudayaan lain yang terdapat pada masyarakat Dayak Simpang itu sendiri.
Cerita rakyat merupakan bentuk kebudayaan yang banyak mengandung nilai-nilai yang mampu menjadi pedoman, acuan dan pegangan dalam berkehidupan. Nilai merupakan ukuran baik-buruk, benar-salah, boleh-tidak boleh, indah-tidak indah suatu perilakuatau pernyataan yang berlaku dalam kehidupan suatu kelompok masyarakat. Nilai dalam suatu masyarakat memiliki tingkat-tingkat tertentu yang disesuaikan dengan kebiasaan hidup masyarakat yang bersangkutan ( Fatimah, 2008: 120).
Satu di antara bentuk nilai tersebut adalah nilai budaya. cerita SSA merupakan bentuk sastra lisan yang mengandung nilai budaya. Nilai budaya merupakan unsur penting agar manusia berperilaku dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan norma-norma yang ada dalam masyarakat. Nilai budaya memegang peranan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta bertanah air.
Nilai budaya membahas tiga persoalan pokok yaitu  nilai budaya yang berhubungan dengan Tuhan, nilai budaya berhubungan dengan sesama manusia, dan nilai budaya hubungan manusia dengan alam. Dalam hubungannya dengan Tuhan, nilai budaya memandang bahwa manusia harus bersyukur kepada Tuhan, manusia berdoa dan meminta pertolongan pada Yang Mahakuasa. Dalam hubungannya dengan sesama manusia, nilai budaya menyangkut aspek kepribadian dan aspek sosial. Artinya terdapat nilai yang berasal dari diri individu maupun nilai yang berasal dari hubungan sosial. Dalam hubungannya dengan alam, manusia merupakan makhluk yang berhasil mengolah dan memanfaatkan alam, manusia memiliki akal dan pikiran untuk memanfaatkan apa yang sudah disediakan oleh alam.
Nilai budaya yang tercermin dalam cerita SSA diharapkan mampu menjadi pedoman, acuan dan pegangan  masyarakat Dayak Simpakng. Adanya penelitian mengenai nilai budaya tidak hanya dijadikan pedoman, acuan dan pegangan bagi masyarakat Dayak Simpakng saja tetapi juga untuk cakupan masyarakat yang lebih luas.
Adapun alasan peneliti memilih nilai budaya sebagai kajian yang akan diteliti dengan pertimbangan sebagai berikut.
1.      Nilai budaya merupakan unsur penting dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat. Dalam hal ini nilai budaya dijadikan sebagai pedoman dan acuan dalam bertindak, bertingkah laku, maupun bertutur kata.
2.      Nilai budaya mampu membentuk kepribadian masyarakat yang bertindak dan bertingkah laku sesuai dengan norma-norma yang ada, sesuai dengan sopan-santun dan tata krama dalam masyarakat.
3.      Adanya nilai budaya maka manusia bukan hanya menghormati Tuhan sebagai pencipta tetapi juga saling menghormati antar sesama manusia bahkan dengan alam yang juga merupakan ciptaan Tuhan.
Dihubungkan dengan pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA, penelitian ini bermanfaat sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kelas X Kompetensi Dasar (KD) 1. Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung /tidak langsung. Standar Kompetensi (SK) 1.2 Mengidentifikasi unsursastra (intrinsik dan ekstrinsik) suatu cerita yang disampaikan secara langsung/tidak langsung.  
Agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan baik bagi peneliti terdahulu, peneliti sendiri maupun kepada pihak-pihak yang bersangkutan, telah dilakukan kajian kepustakaan guna menemukan penelitian terdahulu yang berhubungan dengan nilai budaya. Sejauh ini peneliti menemukan beberapa penelitian terdahulu yang relevan sebagai berikut.

1.      1. Penelitian oleh Rubi Maharmarani, 2007 yang berjudul Nilai Budaya dalam Novel Kapak Karya Dewi Linggasari. Adapun kesimpulan dari penelitian Rubi Maharani yakni (a) nilai religi yang terdapat dalam novel Kapak karya Dewi Linggasari meliputi roh nenek moyang yang sebagai sumber kekuatan, roh jahat penyebab timbulnya bencana, ukiran sebagai wujud penghormatan, upacara adat sebagai hari pembelaan para istri, upacara adat sebagai wujud tanggung jawab, upacara pembuatan patung Mbis untuk melestarikan tradisi dan ajaran mengenai konsep penciptaan, (b) nilai sosial yang terdapat dalam novel Kapak karya Dewi Linggasari meliputi kekerasan sebagai penyelesaian masalah dalam rumah tangga, sikap acuh terhadap penderitaan orang lain, sikap kerja keras para wanita Asmat, gotong royong dalam melakukan pekerjaan dan sikap kasih sayang terhadap anggota keluarga.
2.     2.  Penelitian oleh Fitri, 2011 yang berjudul Nilai-nilai Budaya dalam Novel Ketika Cinta Bertasbih Karya Habiburahman El Shirazy. Kesimpulan dari penelitian Fitri yakni (a) nilai budaya yang terlihat pada hakikat hidup manusia dalam KCB adanya sikap kerja keras, sabar, waspada, berprinsip, dan bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan yang dijalankan dan dalam menentukan pilihan di dalam kehidupan, (b) nilai budaya yang terlihat pada hubungan manusia dengan manusia dalam novel KCB adanya sikap tolong-menolong, cinta kasih, rendah hati, bertanggung jawab dan saling menghormati yang dilakukan dengan sesama manusia dalam menjalankan kehidupan.

3.      3. Penelitian oleh Fitri Junia, 2011 yang berjudul Nilai-nilai Budaya dalam Kumpulan Cerpen Indonesia Terbaik 2009 (20 Cerpen Anugrah Sastra Pena Kencana). Adapun kesimpulan dari penelitian Fitri junia yakni (a) nilai-nilai budaya berupa manusia yang menjalin hubungan baik dengan sesama, adanya konflik dengan orang lain, dam konflik dalam diri sendiri dilihat dari hubungan manusia dengan manusia yang tampak melalui ucapan tokoh, perilaku tokoh, dan latar peristiwa ditemukan dalam kumpulan cerpen Indonesia terbaik, (b) nilai-nilai budaya berupa meyakini keberadaan Tuhan dan taat melaksanakan ajaran-Nya, meyakini keberadaan Tuhan tetapi ingkar terhadap ajaran-Nya dan meyakini kekuatan supranatural seperti mengenai hal-hal gaib dan roh-roh halus, (c) nilai-nilai budaya berupa tunduk pada alam, menjaga keselarasan alam, dan berhasrat menguasai alam.
Berdasarkan penelitian-penelitian di atas tampak perbedaan dengan penelitian ini yaitu pada cerita yang akan diteliti dan juga lokasi penelitian. Penelitian ini meneliti sastra lisan yaitu cerita Sabunzu Sarokng Antu dengan lokasi penelitian di Desa Semandang Kanan Kecamatan Simpang Dua Kabupaten Ketapang.